Mana yang mudik ke kampung halaman? Mudik ke rumah mbah? Mudik ke rumah mantan?
Oke. Abaikan pertanyaan terakhir.
Ya, mudik. Balik ke rumah saudara, kampung halaman, liburan terselubung, buat yang udah ngerasa sukses bisa pamer pamer pas mudik. Pamer duit, pamer kerjaan, pamer pasangan..
Tapi bagi sebagian besar orang mudik ini menjadi hal yang asing. Ya, gue contohnya..
Mau mudik kemana? Gue besar, tumbuh, hidup di sini.. di purwokerto. Lagian lagi tempat kakek nenek juga satu kota.. eh satu desa malah. Ya begitulah.. tak ada kamus mudik dalam setiap setiap legiatan. Tak ada rasa kangen kampung halaman. Tak ada rasa kangen mantan..
Oke, abaikan lagi yang terakhir.
Tapi ada senengnya juga gini sih. Tiap tahun bisa kumpul, silaturahim, silaturahmi.. tanpa harus ribet.
Ya, riber banget kayaknya orang orang pada mudik.
Duit, tenaga, macet, belum lagi yang mau pamer pasangan tapi masih belum punya. Kasian. Ya senyum senyum orang mudik kaya senyum penuh paksaan..
Kapan kapan pengen rasanya mudik.
Ya kapan kapan lah.
Kapan aja boleh.
Hati hati yang pada mudik.. tengok kanan kiri selama mudik, sapa tau nemu pasangan di jalan.