Hanya lampu di sebrang jalan yang tau perasaanku, rindu, pilu, sendu.
Lampu yang kau tinggalkan tanpa kau matikan, berkat lampu di sebrang jalan lain yang lebih menawan.
Redup perlahan ditertawai angin malam.
Di lempar batu oleh orang orang kejam.
Lampu yang menghangatkanmu kini telah mati, memecahkan dirinya sendiri.
Dibongkar dari sebrang jalan yang sepi.
Tak lagi seterang saat kau pertama kali datang, kini cahaya itu menghilang.
Jalan itu kembali ramai dilewati orang yang datang, namun lampu itu tak kunjung terang.
Lampu yang malang.